Memikat Pelanggan dengan Hati

Hari Sabtu kemarin, dua orang teman semasa sekolah dasar, Dendi dan Hendrik, bertandang ke rumah saya. Tidak sampai hati menolak kedatangan mereka dengan alasan pandemi corona. Kami pun duduk di depan rumah, menikmati minuman dan kudapan hangat, tentunya pada jarak yang aman.

Lama tak bertemu, ternyata Hendrik dan Dendi sama-sama punya hobi mengendarai sepeda motor trail. Bedanya, Dendi penganut mazhab Kawasaki, sedangkan Hendrik pecinta  Honda. Dendi berulangkali membanggakan kejantanan tunggangannya agar Hendrik mau berpindah hati dari Honda ke Kawasaki.

Tapi, sekencang apapun Dendi memengaruhi Hendrik agar beralih ke Kawasaki, Hendrik selalu bertahan lebih keras dengan Honda. Bagi Hendrik, kendaraan adalah Honda, motor ataupun mobil.

magna indonesia

Hendrik bilang, seluruh keluarganya pengendara Honda. Kakak dan adiknya, bapaknya, bahkan almarhum kakeknya, semua pengendara Honda. Mulai dari Astrea bulus, Supra, Vario, CRF, Jazz dan BRV.

“Dari dulu belum pernah beli selain Honda. Bakal terasa aneh kali ya,” kata Hendrik, yang saat ini sibuk berbisnis jasa pemasangan jaringan internet.

Alam bawah sadar Hendrik akan langsung memilih Honda untuk berkendara. Pengalaman dan ikatan emosional membuat Hendrik jadi konsumen loyal produk Jepang tersebut.

***

Memang suatu produk, apapun jenis serta mereknya, memiliki kelebihan dalam proses promosinya. Faktanya, konsumen adalah raja penuh kuasa, sehingga proses promosi haruslah fokus pada kebutuhan dan kesukaan konsumen yang kita target.

Meski demikian, sebuah produk dapat memengaruhi keputusan masyarakat dengan memperhatikan emosinya. Kita sering lupa dan meyakini keberhasilan merek seutuhnya ditentukan kepuasan pasar. Padahal sering sebaliknya, kualitas merek sangat dipengaruhi bangunan citra dan hubungan emosional agar konsumen mau memilih suatu merek.

Contohnya adalah keluarga Hendrik yang menjadi loyalis Honda dari masa ke masa.

Di era digital, interaksi masyarakat melalui dunia maya meningkat. Maka branding bisa dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menyentuh sisi emosional masyarakat.

Masyarakat pada umumnya memilih berdasarkan emosi mereka dan tidak semuanya berdasarkan logika. Upaya untuk memenuhi kebutuhan inilah yang kemudian disebut dengan emotional branding, memikat dengan hati, memperluas tingkat kesadaran konsumen terhadap citra merek Anda.

Secara umum, strategi memikat dengan hati dapat dipahami membangun hubungan masyarakat yang melekat di dalam benak. Hubungan ini terbentuk dengan metode yang menggunakan faktor emosional. Tujuan utamanya adalah untuk membangun image yang kuat di benak masyarakat, mengacu pada pengalaman dan keinginan emosional mereka serta memberikan nilai pada merek tersebut dalam waktu panjang.

Strategi ini berperan sebagai penentu kesuksesan sebuah merek karena identitas yang dibentuk antara hubungan merek dengan masyarakat atau individu. Hubungan emosi ini biasanya mengacu pada motivasi, rasa percaya, dan diferensiasi merek produk. Setidaknya ada empat hal penting untuk keberhasilan strategi memikat dengan hati.

  1. Riset
  2. Membantu Anda memahami dan merumuskan persoalan dan harapan calon konsumen yang ditarget, mengumpulkan data, hingga analisa untuk menentukan action.

  1. Hubungan
  2. Hal ini berkaitan dengan tiga nilai. Pertama nilai inspirasi dari merek yang membuat masyarakat berpikir beda dari kebiasan mereka. Kedua, nilai aspirasi untuk menciptakan mimpi dan menghasilkan reaksi emosional positif dari keinginan masyarakat untuk mencapai mimpi tersebut bersama-sama. Ketiga, nilai dari sudut local angle yang menghubungkan rasa bangga masyarakat dengan merek yang mengedepankan/menjual kelokalan sehingga merek tertentu dianggap sebagai spesialitas/ahli dari daerah/produk itu.

  1. Pengalaman
  2. Memberikan pengalaman mendalam atas merek kepada masyarat menjadi salah satu peluang potensial. Anda dapat bercerita mengenai pengalaman Anda dalam membangun merek dan membangkitkan emosi masyarakat.

  1. Visi
  2. Merupakan bagian inti pembentuk keberhasilan merek untuk jangka panjang. Visi menggambarkan apakah merek Anda dapat membantu dan mencapai tujuan target/masyarakat. Dengan visi, Anda menunjukkan posisi merek yang berkualitas dan memenuhi harapan dapat terus berkelanjutan.

Merupakan bagian inti pembentuk keberhasilan merek untuk jangka panjang. Visi menggambarkan apakah merek Anda dapat membantu dan mencapai tujuan target/masyarakat. Dengan visi, Anda menunjukkan posisi merek yang berkualitas dan memenuhi harapan dapat terus berkelanjutan.

emotional branding

Dari semua itu, cara penyampaian pesan merupakan kunci untuk mencapai target, hal ini menjadi investasi penting untuk mengembangkan merek. Selanjutnya, pendekatakan yang menggugah emosi akan bekerja apabila Anda konsisten menyampaikan seluruh pesan tersebut di berbagai platform media. Hal ini yang menciptakan kesan bahwa merek Anda adalah sesuatu yang autentik dan bereputasi baik.

Kami di Magna Indonesia mengutamakan nilai engagement dengan memperkenalkan model pembangunan merek melalui storytelling, konten kreatif, dan keberlanjutan untuk membantu Anda mencapai tujuan, baik kepada masyarakat, bisnis, dan pemerintah.

Magna Indonesia tidak semata-mata memasarkan merek, tapi juga mampu menyusun strategi tepat untuk menyentuh sisi emosional masyarakat melalui konsep dan penerapan komunikasi efektif.