glen wafat magna indonesia

Glenn Fredly, Branding, dan Pesan yang Abadi

Malaikat-malaikat boleh jadi tengah berbahagia. Surga pun dipastikan akan jadi lebih semarak setelah kedatangan sang pemilik suara malaikat, Glenn Fredly, di sana sejak kemarin malam.

Ya, kisah hidup Glenn di bumi akhirnya usai pada 8 April 2020. Sesuai keterangan pihak keluarga, penyanyi berdarah Ambon berusia 44 tahun ini meninggal dunia di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan, akibat penyakit meningitis.

Kepergian Glenn tak cuma menyentak, tetapi juga menimbulkan duka yang sangat luas. Bahkan Presiden Joko Widodo sampai turut memberikan komentar atas kepergian Glenn.

“Seniman musik yang menginspirasi, Glenn Fedly Deviano Latuihamallo, telah meninggalkan kita untuk selamanya. Turut berduka cita kepada keluarga besar mendiang, juga kepada seluruh insan musik Indonesia. Glenn Fredly telah berpulang, tapi karyanya tetap abadi dan kita nikmati,” kata orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut lewat akun Twitternya.

Hal ini sedikit banyak menunjukkan betapa Kaka Bung, begitu Glenn biasa dipanggil, memberikan dampak yang luar biasa. Bukan hanya bagi kalangan penikmat musik dan hiburan, tetapi masyarakat Indonesia secara umum.

Bicara tentang komunikasi, dari perjalanan hidup dan karya Glenn bisa ditarik pelajaran tentang branding. Banyak penyanyi pria yang punya basis penggemar luar biasa, tak sedikit pemusik yang berkarya puluhan tahun. Namun, di antara mereka, Glenn mampu menampilkan diri sebagai sosok khas dan istimewa. Bahkan, tak berlebihan juga menyebut Glenn sebagai penanda zaman.

Hal ini tak lain karena Glenn punya selling point yang unik. Semua orang yang mendengar langsung mengenali suara khas Glenn tanpa perlu melihatnya, bahkan ketika ayah satu anak ini tengah menyanyikan lagu milik orang lain sekalipun.

glen wafat magna indonesia

Glenn juga menciptakan lagu-lagunya sendiri. Hal ini membuatnya demikian menghayati lirik demi lirik hingga lagu-lagu tersebut menjadi sangat nikmat didengar, menjadi hits pada masanya, serta melekat di benak penggemar hingga sekarang dan nanti.

Tak cuma membangun brand, Glenn bahkan bisa dibilang berhasil menjadi brand untuk menerangkan lagu cinta. Lagu cinta ya Glenn. Nyong Ambon ini adalah sahabat bagi mereka yang sedang jatuh cinta, juga teman ketika patah hati akibat cinta yang hancur berkeping-keping. Kasih Putih, Januari, Sedih Tak Berujung, Akhir Cerita Cinta, You Are My Everything adalah sedikit contoh lagu Glenn yang tak lekang ditelan masa.

Keberhasilan menjadi brand tersebut juga didukung dengan pemilihan citra yang tepat di panggung. Gaya yang casual, entah itu dengan kaus/kemeja dan celana jins atau jas dan sepatu sneaker, plus topi yang tak pernah dilupakan begitu pas dengan Glenn. Ciri khas yang membuat Glenn terlihat elegan ini bisa jadi membuat penyanyi lain terlihat lebay atau norak bila melakukan hal serupa.

Keistimewaan Glenn tak cuma itu. Ia juga piawai mengelola pesan dan hal ini terlihat betul dari lirik-lirik lagunya. Salah satu personel Trio Lestari tersebut bisa mengemas kegelisahan dan keresahannya dengan baik sehingga tidak terkesan remeh. Tak satupun lirik dalam lagunya yang bisa disebut menye-menye atau menggelikan.

Glenn juga mampu memanfaatkan brand dirinya untuk menggugah kesadaran publik atas hal lain yang lebih besar, seperti lingkungan. Pada tahun 2007 misalnya, Glenn pernah menggelar konser “Sayangi Bumi Hari Ini” dengan melibatkan 52 musisi lain.

Glenn juga menggagas Green Music Foundation untuk menyalurkan bantuan ke daerah, terutama yang dilanda kekeringan. Hal ini dilakukan setelah melihat kondisi salah satu desa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, yang tengah dihantam kekeringan saat berkunjung ke sana pada 2008.

Isu kemanusiaan juga tak luput darinya, bahkan bisa dibilang merupakan salah satu perhatian terbesar Glenn. Tahun lalu, Kaka Bung bergabung dalam Voice From The East (VOTE), yang merupakan kampanye sosial dengan basis budaya untuk menyuarakan perdamaian, kesejahteraan, antikekerasan, pelestarian lingkungan hidup, dan demokratisasi untuk Indonesia timur. Glenn memanfaatkan popularitas bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga untuk kepentingan yang lebih besar dari dirinya.

glen wafat magna indonesia

Bicara soal pesan, Glenn tak cuma memakai musik sebagai medium. Dalam sebuah wawancara, Glenn pernah berkisah tentang kesukaannya terhadap topi yang dibuatkan oleh sesama pemusik lain, Jerinx.

“Selain konsep topinya yang keren, konsep di balik pembuatan topinya itu yang bikin saya suka dan keren banget. Jadi saya senang, Jerinx dari penjualan topinya itu disumbangkan. Kampanyenya, Bali Tolak Reklamasi,” ujar Glenn seperti dikutip dari Viva.

Menyampaikan pesan soal lingkungan lewat aksesoris yang dipakainya saat manggung. Siapa pernah terpikir soal hal seperti itu selain Glenn?

Perpaduan film dan sepak bola juga bisa dikemasnya untuk menyampaikan pesan tentang perdamaian Maluku. Ini dilakukan Glenn lewat film Cahaya dari Timur: Beta Maluku yang diproduserinya. Lewat film tentang kisah hidup Sani Tawainella yang melatih sekolah sepak bola beranggotakan anak-anak dari dua kubu berbeda dalam konflik agama di Maluku (1999-2002) ini, Glenn ingin membawa pesan perdamaian agar tragedi serupa tak terulang lagi.

Satu keistimewaan lain dari Glenn yang mungkin tak disadari oleh banyak orang adalah bahwa pria kelahiran 30 September 1975 ini sadar bahwa ia tak bisa cuma bermodal standing point yang unik tersebut. Ia tidak sekonyong-konyong dan segala tindakannya dilakukan lewat perencanaan matang.

“Ketika lagu itu muncul adalah era di mana band yang lagi luar biasa muncul. Gue menjadi penyanyi solo yang dikelilingi banyak band. Gue harus punya research untuk bikin album saat itu. Karena gue ada di market mayoritas orang lagi ke band. Jadi saat itu mau membuat lagu di mana saat itu hype pendengar lagi ke band dan gue pengen pendengar menerima penyanyi solo,” katanya dalam sebuah wawancara dengan KapanLagi.com beberapa tahun silam.

Kalimat itu disampaikan oleh Glenn untuk menjawab pertanyaan tentang asal muasal komposisi lagu Januari. Jadi, bisa dibilang bahwa lagu ini menunjukkan juga kepiawaian Glenn mengalihkan market.

Selamat jalan, Bung Glenn. Karya dan pelajaran darimu akan selalu abadi bagi kami semua.